Membangun bisnis, bukanlah seperti orang membalikkan tangan. dibutuhkan keyakinan yang kuat, ketekunan, fokus pada tujuan dan jangan terlalu membabi buta. berikut adalah beberapa poin yang dapat digunakan untuk membangun bisnis yang sangat sukses.
1. “Bangun sesuatu, yang Anda yakini
Ini adalah langkah pertama untuk membangun merek yang hebat.
Ketika Anda, telah cukup lama membangun suatu bisnis dan dalam kesendirian, bertanya-tanya dalam hati, mengapa bisnisku gagal? Hanya ada satu hal yang benar-benar dapat mendorong Anda untuk terys maju maju, yaitu Percayalah pada tujuan Anda.
2. “Jangan puas peningkatan hanya 10%. Buatlah lebih baik dan berbeda, secara radikal.”
Perkembangan dan perubahan dalam segala hal terjadi seiring dengan berjalannya waktu, dan banyak produk-produk yang sudah lama dikenal, memiliki penampakan yang sangat berbeda dibanding ketika pertama kali diperkenalkan. Dan kalau diperhatikan, tidak sedikit kemudian, orang-orang yang juga terjun dan memproduksi produk yang sama. Dan bisa jadi, salah satunya adalah Anda. Dalam hal ini Anda tidak perlu ragu atau kuatir, putus asa apalagi menyerah. Galilah celah-celah yang lebih dalam dan putuskan, serta yakinkanlah diri Anda untuk melakukan tindakan yang radikal untuk membangun sesuatu yang sangat berbeda dan lebih baik. Ini yang akan memotivasi Anda dalam mengembangkan dan menumbuhkan usaha bisnis Anda.
3. “Bersiaplah untuk ditiru. Jangan memulai kecuali Anda akan selamat dari barang tiruan. ”
Jika ide Anda benar-benar brilian dan ternyata bisa berkembang dengan pesat, jangan heran kalau dalam waktu yang sangat singkat, bahkan Anda dapat menghitung, bahwa dalam bebeapa menit, sudah akan tiba, orang yang akan menirunya. Oleh karena itu, pikirkanlah,bagaimana Anda, bisa bertahan menghadapi persaingan dari gorila besar, seberat 800 pon atau dari orang-orang kecil, atau bahkan mungkin dari pebisnis pemula? Kuncinya adalah sistem 'inovasi berkelanjutan'. Meskipun Anda juga bisa mengambil jalan seperti yang dilakukan oleh "Honest Tea", yaitu bertemanlah dengan salah satu gorila itu atau biarkan mereka membeli bisnis Anda. (Coca-Cola Company mengakuisisi "Honest Tea" pada tahun 2011.)
4. “Sisihkan cadangan modal atau uang dan energi untuk menghadapi kemungkinan terburuk dan kesalahan yang mungkin terjadi.”
Saran di atas sangat bagus, tapi terkadang sangat sulit dilakukan. Perusahaan rintisan atau yang sedang dalam pertumbuhan, apakah mereka memiliki cadangan uang tunai? Terkait hal ini, ada satu nasihat yang baik, "Berjalanlah sesantai mungkin dan jangan buang-buang uang atau energi. Sebab nungkin Anda masih akan melakukan kesalahan dan mengalami situasi yang buruk di sepanjang perjalanan bisnis Anda". Jadi milikilah "peti amunisi perang" yang baik, yang penuh dengan cadangan modal dan energi. Hal ini akan dapat membantu Anda mengatasinya, seandainya ada situasi-situasi yang buruk, sehingga Anda dapat bertahan..
5. “Jangan pernah melepaskan kendali sampai Anda menjualnya.”
Beberapa pengusaha yang melihat bisnisnya telah tumbuh menjadi besar, dengan mudahnya menyerahkan kendali kepada modal ventura, dengan iming-iming imbalan pertumbuhan yang tinggi. Sangat diharapkan, Anda tidak termasuk salah satu dari mereka. Ketika Anda melepaskan kendali, atas bisnis Anda, maka Anda akan dihadapkan pada risiko kehilangan budaya dan visi perusahaan yang ingin dan telah Anda bangun. Meskipun Andalah yang telah mengumpulkan modal investasi sejak awal, tetapi pada dasarnya para co-founder, merekalah, yang selalu berada di kursi pengemudi. (Meskipun, mungkin Anda masih dapat mewujudkan visi Anda, sebagai CEO, tetapi bos dari modal ventura, setiap saat bisa saja mengatakan 'tidak'. Dengan demikian, sejatinya Anda sudah kehilangan kendali, selamanya.)
6. “Jangan berkompromi pada hal-hal besar -- berkompromi pada hal lainnya.”
Visi, Misi, Tujuan, Nilai-nilai inti. Tulis hal-hal ini di atas batu dan jangan pernah beranjak dari padanya. Tetapi fleksibilitas yang proporsional terhadap nilai, produk, dan layanan yang Anda bangun untuk mencapai tujuan, tetap sangatlah penting. Banyak pengusaha yang gagal "membungkuk ke pasar" dan beradaptasi dengan apa yang dikatakan pelanggan mereka.
7. “Cari tahu cara mencapai tujuan Anda dengan anggaran kecil -- lalu potong angka itu menjadi dua.”
Ya -- Anda pernah mendengarnya, sebelumnya, "Biaya yang dibutuhkan dua kali lipat, dan mungkin memakan waktu dua kali lebih lama dari yang Anda kira. Rekomendasi yang dianjurankan untuk Anda adalah, Anda hendaknya menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang ramping, sejak hari pertama Anda memulainya. Tidak perlu kantor mewah. Tidak perlu ada brosur penuh warna yang mewah. Tujuannya adalah agar Anda tetap dapat "survive", tumbuh dan berkembang, sampai Anda dapat menerapkan formula rahasia Anda untuk mencapai kesuksesan. "Meniup" anggaran, tidak akan menjamin apa pun kecuali kematian yang cepat.
8. "Ini maraton, bukan lari cepat."
Apakah pernyataan itu, benar?. Membangun bisnis, bukanlah untuk membuat pikiran jadi bingung atau lemah hati, tapi juga tidak bisa dengan kecepatan seperti orang lari yang kesetanan. Mendaki Gunung Everest bisa tidak dilakukan dalam 3 langkah mudah: 1.) Putuskan tekad untuk melakukannya, 2.) terbang ke Nepal tanpa persiapan, 3.) lari cepat ke atas gunung dalam 12 menit yang mudah. itu semua tidaklah mungkin. Bangunlah sistem untuk jangka panjang dan fokuslah pada langkah-langkah kecil yang saling terhubung dan berkesinambungan.
9. “Jaga kesehatan keluarga, pribadi, dan spiritual Anda -- jika Anda tidak tertawa atau tersenyum secara teratur, kalibrasi ulang.”
Bayangkan jalan menuju bisnis yang akan sangat sukses: pendiri bekerja dengan semangat tinggi selama 18 jam setiap hari, setidaknya selama 5 tahun berturut-turut. BENARkah harus sedemikian? Jawabannya : TIDAK. Dalam suatu percakapan dengan salah satu pemilik bisnis yang sangat sukses, dia dengan terang-terangan menyampaikan dua alasan, bagaimana dia berhasil melewati tahun-tahun yang sulit: PERTAMA -- dia percaya pada tujuannya, dan KEDUA -- dorongannya untuk menjaga keseimbangan pribadi. Anggapan bahwa sementara kita perlu mengabaikan atau "mematikan" hubungan dengan keluarga, kesehatan pribadi, atau tingkat kewarasan kita, untuk membangun bisnis kita sendiri agar sukses, sangatlah tidak benar.
10. “Bangunlah perusahaan dan merek, seolah-olah Anda akan memilikinya selamanya.”
Apakah Anda akan menjual bisnis Anda, suatu hari nanti? Mungkin. Haruskah itu menjadi satu-satunya alasan Anda membangunnya? Mungkin tidak.
Ketika memulai dan membangun suatu bisnis, berdasarkan apa yang menjadi harapan dan tujuan Anda, dan dengan tekad yang besar berusaha untuk mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan oleh pelanggan Anda, seandainya hal itu dilakukan suatu penilaian yang dapat dimonetisasi, sebenarnya Anda telah membangun perusahaan yang jauh lebih berharga. Meskipun demikian, kala Anda berpikir bahwa hal itu akan dapat menghasilkan uang secara cepat atau dalam jangka pendek, kemungkinan seperti ini jarang akan berhasil.
Tempelkan 10 tips ini, ke dinding, cermin atau taruh dibalik kaca meja Anda, terapkan setiap hari dalam hidup Anda sebagai pengusaha maka Anda mungkin akan menjadi sesukses mereka. Percayalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar