Minggu, 07 Agustus 2022

Elemen-elemen Dasar Brand Equity


Sebelum membahas elemen-elemen yang digunakan untuk membentuk Brand Equity (BE), tentunya perlu untuk mengerti, apa itu Brand Equity dan mengapa Brand Equity ini sangat penting.

Secara sederhana, Brand Equity adalah nilai yang diberikan oleh konsumen, pelanggan atau potensial pelanggan terhadap suatu merek, produk, jasa atau layanan. Semakin tinggi nilai dari suatu brand, semakin banyak orang yang akan membeli atau menggunakan produk tersebut atau merek, jasa dan layanan yang diberikan, meskipun ada kompetitor yang menawarkan dengan harga yang lebih murah. Dan ini pastilah menjadi keuntungan dan harapan bagi setiap perusahaan.

Karena BE merupakan nilai yang diberikan oleh konsumen atau pelanggan, maka bersifat sangat subyektif dan sangat tergantung pada persepsi dan pengalaman konsumen yang telah pernah mendengar, menggunakan, merasakan dan mengalami sendiri terkait dengan produk, merek, jasa dan layanan yang ditawarkan.

Jadi wajar, kalau setiap perusahaan berusaha untuk meningkatkan Brand Equity, mengingat pentingnya BE bagi setiap perusahaan.

Lantas bagaimana cara membangun BE yang baik. Ada 7 elemen yang dibutuhkan untuk membangun BE, dimana masing-masing elemen ini memiliki andil pada elemen lainnya dalam meningkatkan nilai dari BE. Dan hasil evaluasi terhadap salah satu elemen untuk membangun BE ini, bisa memberikan gambaran akan apa yang akan dilakukan dan memfokuskan diri pada strategi marketing apa yang akan dilakukan. Beberepa diantara elemen ini mudah untuk dibangun atau dikembangkan. Tetapi juga sangat mudah untuk berantakan.


1.  Awaraness (Kesadaran)

Kita perlu mempertanyakan, seberapa familier dan seberapa jauh pengenalan konsumen terhadap suatu brand? Apakah logo, nama atau identitas merek yang dimiliki, bisa dengan mudah dikenali oleh konsumen atau potensial konsumen, seperti halnya Starbuck, misalnya atau Apple. Seberapa jauh pengenalan konsumen terhadap kategori suatu merek atau produk ketika melihat logo atau merek suatu produk.

2. Reputation (Reputasi)

Ketika pelanggan sudah memiliki awareness terhadap suatu produk, bukan berarti mereka pasti memiliki persepsi yang positif terhadap apa yang ditawarkan. mereka juga akan mencoba mendengar apa yang dikatakan orang tentang produk, layanan atau brand kita. Bisa jadi layanan atau produk kita terbilang premium, tapi kalau layanan kita kurang memuaskan, misalnya. hal ini pasti akan menurunkan BE kita.

3. Differentiation (Diferensiasi)

Salah satu nilai dari suatu brand yaitu kemampuannya untuk berbeda dengan kompetitor. Bahkan seandainya pemahaman dan pengenalan akan produk kita rendah, kita masih memiliki "potential value", jika merek atau brand kita memiliki suatu perbedaan yang personal atau sesuatu yang menonjol dibanding produk sejenis.

4. Energy (Energi)

Inovasi dan rasa tidak puas diri pada sebuah brand merupakan energi dan suatu momentum bagi sebuah brand. Dengan inovasi dan rasa tidak puas diri ini akan meunculkan sesuatu yang perlu untuk disampaikan kepada konsumen. dan ini akan menjadi energi pembaharuan bagi sebuah brand.

5. Relevance (Relevansi)

kita mungkin memiliki produk atau brand yang sangat luar biasa, tetapi jika hal iu tidak berguna dan tidak penting bagi pelanggan, untuk apa produk tersebut, apakah akan ada pelanggan yang tertarik? Sehingga produk atau merek tersebut tidak akan banyak membantu.

6. Loyality (laoyalitas)

Apa yang diperlukan untuk merayu pelanggan terkait dengan brand atau produk kita? Apakah diskon, layanan tambahan, bonus atau hadiah langsung? Bagaimana sikap atau respon pelanggan kita ketikaang yang kurang pas sebagaimana diharapkan? Dalam hal ini kita perlu untuk mencoba mencari tahu mengapa mereka dapat tetap memilih brand atau produk kita, dan jagalah itu dengan baik jika kita dapat menemukannya..

7. Flexibility

Jika kita mengembangkan suatu varian atau tipe dari suatu produk yang sama atau merek yang sama, apakah hal ini akan menguntungkan atau justru malah merugikan? Jika produk atau merek kita terlalu rumit atau spesifik, mungkin akan sulit untuk memanfaatkannya untuk hal lain di masa depan. sehingga perlu diupayakan produk-produk yang memiliki fleksibilitas yang cukup tinggi sesuai perkembangan jaman.

Evaluasi terhadap suatu merek atau produk merupakan langkah penting dalam bidang pemasaran dan penjualan. Hal ini juga menjadi penting ketika kita melakukan perencanaan tahunan, ingin melakukan akuisisi, ekspansi bisnis atau mungkin melakukan rebranding. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan kita serta peluang dan tantangan yang ada, kita dapat lebih memfokuskan langkah-langkah kita untuk meningkatkan penjualan dan brand kita. Jika terdapat beberapa merek yang memiliki target pasar yang sama, evaluasi terhadap masing-masing ekuitas barang atau merek, dapat memberi kita dasar untuk membuat perubahan pada arsitektur merek kita.

Evaluasi ini hendaknya dapat dilakukan secara detail, terbuka, obyektif dan kepala serta hati yang dingin atau tenang. kalau perlu libatkan konsultan ntuk melakukannya.



Diberdayakan oleh
Joged Store
Toko Elektronik dan Peralatan Rumah Tangga
Jl. Kapten Tendean 117, Sengon Jombang
Kontak : 081217611176

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN MESIN CUCI 1 TABUNG DAN 2 TABUNG

  Persembahan Joged Store  Mesin cuci 1 tabung dirancang untuk melakukan semua pencucian dan pengeringan dalam satu tabung. Jenis mesin cuc...