Minggu, 14 Agustus 2022

Strategi Penetapan Harga Produk Untuk Retail

Penetapan harga adalah suatu tindakan untuk menempatkan nilai pada suatu produk atau layanan bisnis. Penetapan harga yang tepat untuk suatu produk pada dasarnya adalah tindakan penyeimbang. Harga yang rendah tidak selalu ideal, karena penjualan produk seperti ini, memang tampaknya seperti aliran penjualan yang sehat, tetapi pada dasarnya tidak selalu menghasilkan keuntungan seperti yang diharapkan. 

Demikian pula, ketika suatu produk memiliki harga tinggi, pengecer mungkin akan melihat bahwa penjualan akan jadi lebih sedikit dan harga yang harus dibayar bisa jadi melebihi ekspetasi dari banyak pelanggan yang sadar akan anggaran. Jika hal ini terjadi bisa jadi akan menyebabkan kita kehilangan posisi pasar. 

Sehingga, pengecer harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya produksi, tren konsumen, sasaran pendapatan, opsi pendanaan, dan harga produk pesaing. Sebenarnya, penetapan harga untuk produk baru, atau bahkan lini produk yang sudah ada, tidaklah seperti melakukan perhitungan matematika sederhana. Meskipun sebenarnya, hal itu mungkin juga, merupakan langkah proses yang paling mudah. 

Seni dalam penetapan harga mengharuskan kita juga menghitung, seberapa besar perilaku manusia mempengaruhi cara kita memandang harga.Untuk melakukannya, perlu bagi kita untuk 

- memeriksa berbagai contoh strategi penetapan harga, 

- dampak psikologisnya terhadap pelanggan, 

- cara menentukan harga produk.

Ready di Joged Store

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa harga adalah salah satu aspek terpenting pada suatu produk. Harga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan untuk melakukan pembelian. Maka dari itu, sangatlah penting untuk menentukan harga yang tepat bagi sebuah produk, yang tentunya juga sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Dalam perkembangannya, strategi penentuan harga bukan hanya tentang berapa keuntungan yang bisa didapat, tapi juga berdasarkan pertimbangan-pertimbangan non ekonomis lainnya.

Tentukan tujuan komersial

Pikirkan tentang tujuan komersial Anda sebagai panduan menetukan harga produk Anda. Ini akan membantu Anda menavigasi melalui keputusan harga apa pun dan membuat Anda tetap menuju ke arah yang benar. Tanyakan pada diri Anda: Apa tujuan akhir saya untuk produk ini? Apakah saya ingin menjadi pengecer mewah seperti Snowpeak atau Gucci? Atau apakah saya ingin membuat merek yang chic dan modis seperti Anthropologie? Identifikasi tujuan ini, dan ingatlah saat Anda menentukan harga.

Identifikasi pelanggan Anda

Langkah ini sama pentingnya dengan langkah sebelumnya. Tujuan Anda seharusnya tidak hanya mengidentifikasi margin keuntungan yang sehat, tetapi juga apa yang akan dibayar oleh pasar sasaran untuk produk tersebut. Lagi pula, kerja keras Anda akan sia-sia jika Anda tidak memiliki pelanggan potensial.

Pertimbangkan penghasilan pelanggan Anda yang mungkin hanya diterima sebulan sekali. Misalnya, beberapa pelanggan mungkin lebih sadar biaya untuk pakaian, sementara yang lain senang membayar harga premium untuk produk tertentu.

Temukan proposisi nilai Anda

Apa yang membuat bisnis Anda benar-benar berbeda? Untuk dapat tampil menonjol di antara para pesaing, Anda perlu menemukan strategi penetapan harga produk, yang mencerminkan nilai-nilai Anda.

Misalnya, merek kasur langsung ke konsumen Tuft & Needle, menawarkan kasur berkualitas tinggi yang luar biasa dengan harga terjangkau. Strategi penetapan harga telah membantunya menjadi merek terkenal karena mampu mengisi celah di pasar kasur.

Bagaimana memilih strategi penetapan harga

Strategi penetapan harga Anda sebaiknya tidak didasarkan pada komponen biaya saja, tetapi juga pada komponen audiens target Anda dan pesaing atau kompetitor Anda. Produk apa saja yang audiens Anda bersedia untuk membayar, dan apa saja yang dikenakan kompetitor untuk produk serupa. Pengecer sering menguji dan mengubah harga mereka dari waktu ke waktu, tergantung pada variabel seperti permintaan dan kondisi pasar.

Berdasarkan hal-hal di atas, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menentukan harga jual suatu produk. Berikut adalah tiga cara yang paling sering digunakan dalam strategi penetapan harga:

Ready

1. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Biaya

Metode ini adalah yang paling standar dan paling banyak digunakan. Metode ini menentukan harga berdasarkan total biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk yang dijual, dan menambahkan sejumlah persentase tertentu sebagai laba. Tapi sebelumnya mari kita pahami dulu, komponen apa saja yang termasuk dalam biaya.

Memahami biaya

Sebelum kita menetapkan harga suatu produk, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu, apa itu, biaya dan apa saja yang termasuk biaya. Biaya yang dimaksud di sini termasuk biaya transport untuk membawa produk Anda ke pasar. Jika Anda memesan produk, Anda memiliki jawaban langsung tentang berapa biaya setiap unit, yang merupakan harga pokok penjualan Anda. Tetapi jika Anda membuat produk sendiri, Anda juga harus menentukan biaya bahan baku. Berapa harga satu paket bahan? Berapa banyak produk yang dapat Anda buat dengan satu paket bahan tersebut? Berapa waktu yang dihabiskan untuk menjalankan bisnis tersebut.

Berikut adalah beberapa hal yang juga termasuk dalam biaya, yang mungkin Anda keluarkan adalah:
- Harga pokok penjualan
- Waktu produksi
- Kemasan
- Bahan promosi
- Pengiriman
- Biaya jangka pendek seperti pembayaran pinjaman

Penetapan harga produk Anda harus memperhitungkan biaya-biaya ini untuk membuat bisnis Anda menguntungkan.

Ada 4 kategori dalam penetapan harga berdasarkan biaya, yakni:

  • Cost-Plus Pricing Method – yaitu penetapan harga jual per unit berdasarkan jumlah biaya per unit ditambah jumlah tertentu sebagai laba atau margin (harga jual = biaya total + laba). Penetapan harga biaya-plus, juga dikenal sebagai penetapan harga mark-up sederhana. Ini adalah cara termudah untuk menentukan harga suatu produk. Strategi ini hanya menambahkan persentase atau laba tetap di atas biaya.

    Kelebihan: Keuntungan dari penetapan harga biaya-plus adalah tidak rumit. Anda tinggal memperhitungkan biaya produksi dan biaya tenaga kerja. Anda tinggal menambahkan persentase di atasnya untuk menetapkan harga jual. Ini dapat memberikan pengembalian yang konsisten jika Anda menetapkan semua biaya, sama.

    Kekurangan: Penetapan harga biaya-plus tidak memperhitungkan kondisi pasar seperti penetapan harga pesaing atau nilai pelanggan yang dirasakan.

  • Mark–up Pricing – yaitu penetapan harga yang sering digunakan oleh pedagang perantara atau reseller/dropshipper dengan menambahkan harga beli dengan sejumlah laba tertentu (harga jual = harga beli + laba/markup)
    Kelebihan dan kekurangan strategi ini sama dengan strategi Cost-Plus Pricing Method

  • Fixed Fee Pricing – Seperti namanya, harga eceran yang disarankan produsen (MSRP) adalah harga yang direkomendasikan produsen untuk digunakan pengecer saat menjual produk. Jadi harga ditetapkan berdasarkan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh produsen produk tersebut ditambah sejumlah fee yang telah disepakati. Pada strategi ini, laba yang diperoleh tidak mempengaruhi harga jual barang. Produsen pertama kali mulai menggunakan MSRP untuk membantu menstandardisasi harga produk yang berbeda di berbagai lokasi dan pengecer. Pada strategi ini, perusahaan menetapkan harga produk dengan tarif tetap, terlepas dari jumlah waktu yang dihabiskan untuk menghasilkan produk tersebut. Pengecer sering menggunakan MSRP dengan produk yang sangat standar (misalnya HP, laptop, elektronik).

    Layanan sering digabungkan menjadi 'paket' yang memungkinkan pelanggan memilih produk dan harga yang sesuai bagi mereka. Perusahaan memberi harga layanan mereka berdasarkan metrik internal dan mungkin riset pasar, daripada waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi produk tersebut. Penetapan harga dengan biaya tetap, memungkinkan perusahaan memposting harga di situs web mereka

    Biaya tetap yang dibebankan kepada pelanggan, memberi kesempatan kepada perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, dengan meningkatkan margin tanpa mengubah pendapatan. Peningkatan efisiensi dipandang sebagai nilai tambah

    Kelemahan terbesar dari penetapan harga dengan biaya tetap adalah bahwa pendapatan perusahaan adalah tetap, tetapi biayanya mungkin tidak. Penetapan harga yang rendah atau kurangnya pengendalian biaya (scope creep yang ditakuti) dapat mengakibatkan penurunan keuntungan. 

    Keuntungan: Sebagai pengecer, Anda dapat menghemat waktu hanya dengan menggunakan MSRP saat menentukan harga produk Anda.

    Kerugian Pengecer yang menggunakan MSRP tidak dapat bersaing dalam harga. Dengan MSRP, sebagian besar pengecer di industri tertentu, akan menjual produk itu dengan harga yang sama. Dalam hal ini perlu mempertimbangkan margin keuntungan dan biaya yang dikeluarkan. Misalnya, bisnis Anda mungkin memiliki biaya tambahan yang ditanggung produsen.

  • Target Pricing (Harga Target) – Penetapan harga yang dilakukan berdasarkan tingkat pengembalian investasi (ROI) sesuai dengan target yang diinginkan. Strategi penetapan harga target dilakukan dengan cara menghitung daya saing pasar dan menambahkan margin keuntungan standar pada harga eceran sehingga perusahaan dapat memperkirakan biaya maksimum produk baru.

    Strategi penetapan harga target memungkinkan bisnis dan perusahaan memperoleh margin keuntungan maksimum dari lini produk, dan menghindari margin keuntungan yang lebih rendah.

    Jika perusahaan menetapkan margin laba tinggi, maka tidak mungkin meluncurkan produk dengan harga setara dengan batas biaya.

    Keuntungan dari Penetapan Harga Target

    Beberapa keuntungan utama dari strategi penetapan harga target adalah sebagai berikut;

    • Harga target adalah metode penetapan harga dinamis yang berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi permintaan produk sambil mencari tahu harga pasar yang diminta.
    • Harga target memungkinkan perusahaan dan bisnis untuk mendapatkan margin keuntungan yang lebih tinggi dengan menurunkan biaya produksi karena mereka telah menetapkan harga biaya.
    • Harga target membuat perusahaan menyediakan layanan bernilai tambah pada produk untuk kepentingan pelanggan. Seringkali bisnis berhasil memberikan produk dan layanan yang lebih baik sekaligus mengurangi biaya, dan pelanggan akan menikmati produk yang optimal dengan harga yang lebih rendah.
    • Lingkungan pasar menentukan ritel produk / layanan Anda; di sini Anda mengambil harga alih-alih membuatnya.
    • Pengurangan biaya adalah perbedaan antara biaya pasar saat ini dan biaya target yang telah Anda rencanakan untuk dicapai.
    • Saat Anda menetapkan harga eceran / penjualan, itu sudah mencakup harapan, permintaan, dan desain produk pelanggan.
    • Harga eceran target juga terdiri dari margin keuntungan minimum.
    • Efisiensi biaya dan manajemen pengurangan biaya adalah bagian yang sangat penting dari proses manajemen strategis.
    • Ini memaksa bisnis dan perusahaan untuk membentuk tim manajemen yang akan menangani berbagai departemen mulai dari perancangan, manufaktur, dan pemasaran guna mengurangi biaya.
    • Ketika sebuah perusahaan mengikuti strategi penetapan harga target, itu berarti ia memiliki semua strategi dan alat. Dengan kata lain, memungkinkan mereka untuk mengembangkan koordinasi di antara departemen yang berbeda. Ini akan membawa tren perubahan besar di perusahaan yang mengarah ke profitabilitas.
    • Harapan pelanggan, desain produk, fitur, dan spesifikasi sudah disertakan saat menyiapkan harga eceran.

    Kerugian dari Harga Target 

    Beberapa kelemahan utama dari strategi penetapan harga target sebagai berikut;

    • Harga target sangat bergantung pada harga barang, ini dapat menyebabkan kegagalan jika terjadi kesalahan kecil.
    • Saat Anda menghitung harga berbiaya sangat rendah sambil mengelola harga eceran yang tidak fleksibel, maka akan memberikan banyak tekanan pada divisi yang berbeda untuk mengelola pengeluaran,
    • Harga target mendorong bisnis menuju skala ekonomi dan mereka kehilangan jejak tren terbaru.
    • Perusahaan dan bisnis mengikuti pendekatan manufaktur dan perancangan yang selalu harus relevan dengan kondisi pasar.
    • Ketika perusahaan menyadari bahwa mereka dapat meningkatkan profitabilitas mereka dengan meningkatkan penjualan; kemudian mereka akan berkompromi pada kualitas produk dengan menggunakan bahan murah dan desain yang salah. Hasilnya adalah tentu kerugian.
    • Penting untuk mengetahui nilai tabungan agar Anda memiliki nilai uang untuk memanfaatkan peluang baru di pasar.
    • Perhitungan target harga eceran harus relevan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Mereka juga harus mengerjakan kuantitas produk yang harus mereka jual untuk mencapai keuntungan. Masalah muncul ketika perusahaan tidak dapat menjual jumlah produk yang dibutuhkan.

Ready di Joged Store

2. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Kebutuhan/Keinginan

Strategi ini lebih mengutamakan kondisi ataupun kebutuhan pelanggan. Strategi ini memungkinkan adanya perbedaan harga meskipun produknya sama, akibat beberapa faktor tertentu seperti letak geografis, waktu, dan sebagainya. Ada 2 macam kategori dalam strategi ini, yakni:

  • Price Sensitivity Meter (PSM) – metode untuk menentukan harga optimal yang dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pendekatan terhadap kebutuhan/permintaan konsumen. Metode ini didasari persepsi konsumen terhadap nilai/value produk yang diterima, apakah sebanding atau tidak. Untuk mengetahui apakah value suatu produk dapat diterima oleh konsumen, Anda bisa mengukurnya dengan PSM.
    Penetapan harga melalui metode PSM didasarkan pada empat pertanyaan:
    - Berapa harga yang mewakili nilai yang baik (sesuai)?
    - Berapa harga yang akan mahal, namun masih dapat diterima?
    - Berapa harga yang terlalu murah, sehingga menimbulkan keraguan tentang kualitas?
    - Berapa harga yang terlalu mahal, sehingga mengesampingkan pertimbangan pembelian?

  • Diskriminasi Harga – yakni kebijakan untuk menentukan harga jual yang berbeda-beda untuk satu jenis produk yang sama dalam satu segmen pasar, berdasarkan apa yang menurut penjual dapat membuat pelanggan setuju. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi diskriminasi harga misalnya wilayah, konsumen, waktu, kualitas, dan bentuk produk.

    Dalam diskriminasi harga murni, penjual menagih setiap pelanggan harga maksimum yang akan mereka bayar. Dalam bentuk diskriminasi harga yang lebih umum, penjual menempatkan pelanggan dalam kelompok berdasarkan atribut tertentu dan membebankan harga yang berbeda kepada setiap kelompok.

    Dengan diskriminasi harga, penjual membebankan biaya yang berbeda kepada pelanggan untuk produk atau layanan yang sama. Ada 3 tingkatan dalam penetapan harga dengan metode Diskriminasi harga.

    - Diskriminasi tingkat pertama, perusahaan membebankan harga maksimum yang mungkin untuk
      setiap unit yang dikonsumsi.
    - Diskriminasi harga tingkat kedua melibatkan diskon untuk produk atau layanan yang dibeli
      dalam jumlah besar.
    - Diskriminasi tingkat ketiga mencerminkan harga yang berbeda untuk kelompok konsumen yang
      berbeda.

3. Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Persaingan

Ready di Joged Store

Penetapan harga kompetitif mengacu pada penetapan harga pesaing sebagai tolok ukur dan secara sadar menetapkan harga produk Anda di bawah milik pesaing.

Strategi ini biasanya didorong oleh nilai produk. Misalnya, dalam industri dengan produk yang sangat mirip di mana harga adalah satu-satunya pembeda, maka Anda bisa mengandalkan harga untuk memenangkan pelanggan.

Pro: Strategi ini bisa efektif, jika Anda dapat menegosiasikan biaya per unit yang lebih rendah dari pemasok Anda sambil memotong biaya dan secara aktif mempromosikan harga khusus Anda.

Kekurangan: Strategi ini bisa sulit dipertahankan, bila Anda adalah pengecer yang lebih kecil. Jika harga lebih rendah, maka margin keuntungan juga akan lebih rendah, sehingga Anda harus bisa menjual dengan volume yang lebih tinggi daripada pesaing. Strategi ini sangat tergantung pada produk yang dijual, dan pelanggan belum tentu membeli barang dengan harga terendah di rak.

Untuk produk lain di mana perbandingan apple-to-apple tidak mudah dilihat, maka akan ada pengurangan kebutuhan untuk terlibat dalam perang harga. Bersandar pada daya tarik merek dan berfokus pada segmen pelanggan sasaran, akan mengurangi kebutuhan untuk melakukan perang harga dengan pesaing.

Strategi ini akan menyoroti harga produk sejenis, yang dikeluarkan oleh industri pesaing. Ada dua metode yang bisa digunakan, yakni:

  • Perceived Value Fixingyakni penetapan harga jual berdasarkan harga jual rata-rata produk sejenis. Produsen tidak bisa kemudian, menetapkan harga yang jauh dari rata-rata tersebut. Jika harga terlalu rendah dari rata-rata di pasaran, produsen akan mengalami kerugian, sebab tidak mendapatkan laba yang cukup atau bahkan kurang. Jika harga terlalu tinggi, sulit untuk bersaing dengan yang lain. Kecuali jika pada produk itu, pasar sudah sangat jenuh, produsen bisa membuat harga yang jauh berbeda dari para pesaingnya.

  • Sealed Bid Pricing – yakni penetapan harga jual berdasarkan penawaran yang diajukan oleh pesaing. Caranya adalah dengan mendata semua harga pesaing, mirip dengan perceived value fixing. Yang membedakan adalah tidak menghitung rata rata harga pesaing melainkan mendata secara urutan harga tertinggi sampai terendah.

    Dari hasil survei, harga jual pesaing yang menonjolkan harga tertinggi yang ditawarkan, akan menjadi bahan acuan pertimbangan dalam menetapkan harga produk. Sedangkan harga terendah yang ditawarkan pesaing tidak dijadikan sebagai bahan pertimbangan melainkan hanya sebagai data pendukung

Strategi penetapan harga lainnya

Selain beberapa strategi penetapan harga berdasarkan biaya, keinginan dan persaingan seperti di atas, ada beberapa strategi penetapan harga lain seperti di bawah ini:

  1. Penetapan harga berdasarkan nilai
  2. Skimming harga
  3. Harga penetrasi
  4. Harga batu kunci

1. Penetapan harga berdasarkan nilai

Nilai yang dimaksud di sini adalah nilai yang dirasakan pelanggan dari suatu produk. Penetapan harga berdasarkan nilai, mengacu pada penetapan harga berdasarkan seberapa banyak pelanggan percaya pada nilai suatu produk atau layanan. Ini adalah pendekatan lahiriah yang mengambil keinginan dan kebutuhan pasar target Anda. Ini berbeda dari penetapan harga biaya-plus, yang memasukkan biaya produk ke dalam perhitungan harga. Perusahaan yang menjual produk unik atau sangat berharga memiliki posisi yang lebih baik untuk mendapatkan keuntungan dengan penetapan harga berbasis nilai dibandingkan dengan perusahaan yang menjual barang komoditas standar.

Pelanggan dalam hal ini lebih peduli pada nilai yang terkandung pada produk (misalnya, bagaimana mereka meningkatkan citra diri) dan bersedia membayar lebih untuk produk tersebut.

Beberapa persyaratan umum untuk menggunakan penetapan harga berbasis nilai meliputi:

  1. Merek yang sudah mapan
  2. Produk berkualitas tinggi sesuai permintaan
  3. Strategi pemasaran kreatif
  4. Hubungan baik dengan pelanggan
  5. Rekam jejak bintang

Penetapan harga berdasarkan nilai sudah cukup umum berlaku di pasar, di mana suatu produk dijual untuk meningkatkan citra diri pelanggan atau menawarkan pengalaman hidup yang unik. Misalnya, orang biasanya menetapkan nilai tinggi untuk merek mewah seperti Gucci atau Rolls-Royce. Ini memberi mereka kesempatan untuk menerapkan penetapan harga berdasarkan nilai ke harga barang. Selain itu, perusahaan harus memiliki produk atau layanan yang berbeda dari pesaing.

Kelebihan: Penetapan harga berdasarkan nilai memungkinkan Anda mendapatkan poin harga yang lebih tinggi untuk barang Anda. Seni, mode, barang koleksi, dan barang mewah lainnya sering kali berkinerja baik dengan skema penetapan harga ini. Ini juga mendorong Anda untuk menciptakan produk inovatif yang sesuai dengan target pasar Anda dan meningkatkan nilai merek.

Cons: Sulit untuk menerapkan strategi nilai tambah seperti ini untuk produk komoditas. Anda perlu memiliki produk khusus untuk menerapkan penetapan harga berbasis nilai. Nilai yang dirasakan bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya budaya, sosial, dan ekonomi, yang kesemuanya berada di luar kendali Anda. Tidak ada ilmu pasti yang dapat menjamin keberhasilan dan konsistensi harga berdasarkan nilai, sehingga harganya seringkali lebih sulit untuk ditetapkan.

2. Skimming harga: keuntungan jangka pendek yang lebih tinggi

Strategi skimming harga menggunakan cara dengan membebankan harga awal tertinggi yang akan dibayar pelanggan, kemudian menurunkannya seiring dengan berjalannya waktu. Karena permintaan dari pelanggan pertama terpuaskan dan lebih banyak pesaing memasuki pasar, selanjutnya Anda menurunkan harga untuk menarik basis pelanggan baru yang lebih sadar harga.

Tujuannya adalah untuk mendorong lebih banyak pendapatan saat permintaan tinggi dan persaingan masih rendah. Apple menggunakan model penetapan harga ini untuk menutupi biaya pengembangan produk baru, seperti iPhone.

Skimming berguna dalam konteks berikut:

  1. Ada cukup banyak calon pembeli yang akan membeli produk baru dengan harga tinggi.
  2. Harga tinggi tidak menarik pesaing.
  3. Menurunkan harga hanya berdampak kecil pada profitabilitas dan mengurangi biaya per unit.
  4. Harga tinggi dipandang eksklusif dan berkualitas tinggi.

Kelebihan: Skimming harga dapat menghasilkan keuntungan jangka pendek yang tinggi, saat meluncurkan produk baru yang inovatif. Jika Anda memiliki citra merek yang bergengsi, skimming juga membantu mempertahankannya dan menarik pelanggan setia yang ingin menjadi yang pertama mendapatkan akses/pengalaman eksklusif.

Ini juga berfungsi ketika ada kelangkaan produk. Misalnya, produk dengan pasokan rendah tapi permintaan tinggi, maka dapat dihargai lebih tinggi, dan ketika pasokan meningkat, harga turun.

Cons: Skimming harga bukanlah strategi terbaik di pasar yang ramai, kecuali Anda memiliki beberapa fitur yang benar-benar luar biasa, yang tidak dapat ditiru oleh merek lain. Ini juga menarik persaingan dan dapat mengganggu pengguna awal, jika Anda memangkas harga terlalu cepat atau terlalu banyak setelah peluncuran.

3. Harga penetrasi dan harga diskon

Ready di Joged Store

Bukan rahasia lagi bahwa pembeli menyukai penjualan, kupon, potongan harga, harga musiman, dan penurunan harga terkait lainnya. Itulah sebabnya diskon adalah metode penetapan harga teratas untuk pengecer di semua sektor.

Ada beberapa manfaat ketika kita bersandar pada harga diskon. Yang jelas akan meningkatkan lalu lintas pejalan kaki menuju ke toko Anda, membongkar dan mengeluarkan stok lama atau inventaris yang tidak terjual, dan menarik kelompok pelanggan yang lebih sadar harga.

Kelebihan: Strategi penetapan harga diskon efektif untuk menarik lebih banyak pengunjung ke toko Anda dan mengeluarkan inventaris lama atau di luar musim.

Kekurangan: Jika digunakan terlalu sering, ini dapat memberi Anda reputasi sebagai pengecer barang murah dan dapat menghalangi konsumen untuk membeli produk Anda dengan harga biasa. Hal ini juga menimbulkan dampak psikologis yang negatif terhadap persepsi konsumen terhadap kualitas. Misalnya, The Dollar Store dan Walmart memiliki harga yang rendah, tetapi ternyata kualitas juga lebih rendah terkait produk mereka, terlepas dari seberapa valid pendapat tersebut.

Strategi penetapan harga penetrasi juga berguna untuk merek baru. Pada dasarnya, harga yang lebih rendah, sebaiknya hanya digunakan sementara untuk memperkenalkan produk baru guna mendapatkan pangsa pasar. Pengorbanan keuntungan tambahan untuk menumbuhkan kesadaran pelanggan adalah salah satu yang ingin dilakukan oleh banyak merek baru untuk mendapatkan kaki mereka di pintu

4. Penetapan harga kunci

Penetapan harga kunci adalah strategi penetapan harga produk yang digunakan pengecer sebagai aturan praktis yang mudah. Pada dasarnya, pengecer menentukan harga eceran hanya dengan menggandakan biaya grosir yang mereka bayarkan untuk suatu produk. Dengan cara ini, pengecer berusaha menetapkan margin keuntungan yang sehat. 

Dengan menggunakan skenario ini, harga jual yang ditetapkan bisa saja terlalu rendah, terlalu tinggi, atau bisa jadi tepat untuk bisnis Anda.

Jika Anda memiliki produk yang perputarannya lambat, memiliki biaya pengiriman dan penanganan yang besar, maka Anda bisa menjualnya dengan harga dasar. Tapi bisa saja, penjual menggunakan formula markup yang lebih tinggi untuk meningkatkan harga eceran, jika produk tersebut banyak diminta pelanggan.

Di sisi lain, jika produk Anda merupakan komoditas umum dan mudah ditemukan di tempat lain, maka strategi harga keystone ini menjadi lebih sulit untuk diterapkan.

Pro: Strategi penetapan harga utama berfungsi sebagai aturan praktis yang cepat dan mudah yang memastikan margin keuntungan yang cukup.

Kontra: Tergantung pada ketersediaan dan permintaan untuk produk tertentu, mungkin tidak masuk akal bagi pengecer untuk memberi mark up produk terlalu tinggi.

Demikianlah beberapa strategi penetapan harga untuk bisnis kecil yang mungkin bisa digunakan untuk bisnis Anda.


Diberdayakan oleh
Joged Store
Jl. Kapten Tendean 117, Sengon Jombang
Kontak : 0812 1761 1176

#tokoelektronikjombang #jogedstore #jogedstoretokoelektronik
#jogedstoreperalatanrumahtangga #jogedstoreasesorishp
#jogedstorealatlistrik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN MESIN CUCI 1 TABUNG DAN 2 TABUNG

  Persembahan Joged Store  Mesin cuci 1 tabung dirancang untuk melakukan semua pencucian dan pengeringan dalam satu tabung. Jenis mesin cuc...