Rabu, 07 September 2022

Kesalahan Leader Yang Jangan Sampai diulangi

Meskipun melakukan kesalahan itu adalah sesuatu yang sangat manusiawi sekali, tetapi sebaiknya hal berikut ini hendaknya tidak terjadi dan tidak dilakukan oleh seorang Leader

1. Lepas Tangan 

Dalam sebuah perusahaan yang baik pastilah ada sebuah sistem kinerja yang harus dikontrol dan diawasi secara rutin. Sehingga ketika terjadi suatu masalah, baik pada sistem kerja, dalam teamnya maupun dalam perusahaa, seorang leader atau pemimpin tentu saja tidak boleh lepas tangan atau  meninggalkan teamnya,

Bukannya melakukan evaluasi atau introspeksi diri, seorang leader yang suka lepas tangan terhadap persoalan atau masalah yang dihadapi teamnya atau perusahan, pada dasarnya adalah seorang pengecut atau penakut atau bahkan mungkin seorang leader yang sebenarnya tidak tahu apa-apa alias bodoh. 

Leader model begini, seringkali menganggap seolah-olah teamnya, sudah mengerti dan faham semuanya. Sehingga masalah atau kesalahan yang timbul adalah bukan tanggung-jawabnya melainkan tanggung jawab anak buahnya. Leader sedemikian ini sering dengan santainya bilang "saya kan sudah bilang...". 

Selain itu, leader yang sedemikian ini, seringkali memiliki sikap egois, tidak peduli dengan kesulitan yang dihadapi teamnya atau anak buahnya. Kata-kata yang ada dalam pikirannya "pokoknya harus selesai...", "pokoknya saya minta seperti ini...", pokoknya kamu harus berangkat.." dll 

2. Tidak memiliki waktu untuk tim 

Tidak dipungkiri sebagai seorang leader, pastilah memiliki kesibukan yang lebih dibanding anggota tim lainnya. Meskipun demikian, sesibuk apapun Anda, luangkanlah waktu untuk tim maupun untuk anggota tim secara pribadi. Ajaklah mereka ngobrol, berdiskusi tentang hal-hal diluar pekerjaan dan bergaul dengan semua anggota tim. Jangan sampai kita hanya sibuk dengan tugas-pekerjaan dan apa yang menjadi tanggung jawab leader saja, sehingga Anda tidak punya waktu untuk tim maupun anggota tim secara pribadi

Aturlah waktu untuk bertemu dengan mereka, ngobrol bareng dengan mereka. Saat-saat demikian bukan berarti tidak boleh berbicara tentang pekerjaan. Kalau toh ada hal-hal serius yang dihadapi, sediakanlah waktu khusus untuk berbicara dengan mereka.  

Menyediakan waktu untuk dapat bertemu dengan tim maupun setiap anggota tim, memberikan beberapa manfaat bagi Anda sebagai leader:

  • Setiap anggota tim akan menjadi respek dan menaruh hormat kepada Anda.
  • Bisa mendapatkan umpan balik terhadap apa yang telah Anda dan atau seluruh tim lakukan.
  • Bisa mendapatkan informasi tentang hambatan-hampatan maupun permasalahan-permasalahan yang dihadapi tim dalam menjadi tujuan bersama, yang tidak selalu dapat terungkap pada saat pertemuan-pertemuan yang bersifat resmi 
  • Menumbuhkan keakraban dan soliditas tim, dll

3. Tidak terbuka perihal arah dan tujuan Tim

Seorang leader hendaknya terbuka terhadap arah dan tujuan yang akan dicapai oleh Tim, sehingga anggota tim bisa tahu apa yang harus mereka kerjakan serta peran, tugas dan tanggung-jawab mereka masing-masing. 

Jika Anda sebagai leader tidak terbuka, maka anggota tim akan bingung apa yang harus mereka kerjakan, mereka tidak tahu harus berjalan kemana, dan mana tugas pekerjaan yang harus diprioritaskan. Jelas hal ini akan menghambat pencapaian tujuan bersama. 

4. Tidak adanya feedback terhadap tim. 

Leader-lah yang menentukan arah dan cara-cara untuk mencapai tujuan kepada team dan anggota timnya.  Ketika tim dapat mencapai tahapan-tahapan pencapaian dan prestasi yang baik, leader tidak pernah memberikan apresiasi. Justru jika terjadi kesalahan, sangat cepat sekali respon yang diberikan kepada tim. Dengan cepatnya ia akan memarahi, memaki-maki dan melakukan tindakan lainnya.

Ini keliru, salah kaprah. Seharusnya seorang leader peka, ketika tim mendapat sebuah prestasi, berikanlah respon positif kepada mereka. Memang tidak harus dalam bentuk materi. Acungan jempol, tepuk tangan dan pujian, "wah mantul (mantab betul)..", "keren...", sering kali merupakan feedback positif yang dapat menumbuhkan kebanggaan bagi mereka. Karena pada dasarnya, manusia ingin dihargai, manusia butuh suatu pengakuan. 

Pada dasarnya manusia juga ingin kasih sayang atau perhatian. Mungkin, mengajak tim ngopi bareng, camping bareng, sudah cukup memberi feedback positif bagi mereka. Intinya adalah ciptakan suasana kekeluargaan yang dalam dalam sebuah tim. Ini penting dilakukan agar tim menjadi lebih solid. Saling mengenal satu sama lain, tidak hanya bicara dengan pekerjaan.

5. Tidak bisa menjadi "cheerleader"

Cheerleader atau pemandu sorak bertugas memberi semangat dan motivasi kepada tim yang bertanding, dengan harapan timnya akan dapat memenangkan pertandingan. Upaya menggelorakan semangat dan motivasi tim, sangat penting untuk menjaga kebersamaan dalam tim, menjaga kinerja tim dan menghadapai berbagai tantangan bersama.

Janganlah Anda sebagai leader hanya bisa bertindak sebagai komandan saja, yang hanya bisa memerintah tanpa bisa membangun suasana kerja yang menyenangkan. Suasana kerja yang monoton dan penuh tekanan akan menghambat kreatifitas anggota tim dalam berkontribusi, untuk perkembangan dan kemajuan tim. Hadirlah di tengah-tengah anggota tim ketika mereka mengahadapi kesulitan atau masalah. Kehadiran Anda sebagai leader akan menunjukkan kepedulian Anda terhadap apa yang sedang dihadapi oleh tim Anda. Pujilah kerja keras dan apa yang sudah mereka kerjakan selama ini, sebelum Anda ikut menyelesaikan kesulitan dan masalah yang dihadapi tim. Kehadiran, kepedulian dan pujian yang Anda berikan, sebagai seorang leader, akan memberikan semangat dan motivasi yang luar biasa bagi sebuah tim.   

6. Tidak tahu potensi karyawan. 

Ini lebih ke personal tim. Lucu jika seorang leader tidak mengetahui potensi yang dimiliki karyawan. Mereka pasti punya potensi masing – masing untuk menunjang prestasi dalam sebuah perusahaan.

Tugas leader adalah menggali potensi dari masing – masing personal dalam sebuah tim. Jangan hanya melihat kulitnya saja, sisi luar atau penampakannya saja. Seseorang yang dari sisi luarnya tidak menarik, bisa saja memiliki talenta yang sangat dibutuhkan oleh team atau perusahaan. Sekali lagi tugas Leader adalah menggali dan mengenali potensi yang dimiliki anak buahnya.

Bisa jadi, memang tugas mereka sudah sesuai job desk. Tapi seorang leader perlu menggali lebih dalam lagi potensi yang ada di setiap anak buahnya. Dengan kemampuan ini, seorang leader juga akan dapat melakukan. Jika suatu saat nanti, Anda membuka suatu cabang baru, maka personal dalam tim itulah yang mungkin bisa Anda promosikan atau menjadi tangan kanan Anda di tempat yang baru.

7. Tidak bisa menjadi Contoh

Setiap perusahaan, institusi, atau organisasi pasti memiliki aturan dan kebijakan yang harus diikuti oleh semua, baik oleh leader itu sendiri maupun seluruh anggota tim.

Sayangnya, tidak sedikit leader yang menetapkan kebijakan tentang berbagai hal dan harus diikuti oleh semua anggota, tetapi ia sendiri justru melanggar kebijakan tersebut. Kita sering mendengar ungkapan, "Aturan itu dibuat untuk kamu..., bukan untuk saya..." atau "Yang boleh melanggar itu, hanya Bos..."

Sikap yang sedemikian memberikan contoh yang tidak baik, kepada anggota tim. dan akan menimbulkan ketidak-percayaan dihati semua anggota tim.

Hendaknya harus selalu diingat bahwa setiap leader akan seperti ikan yang ada di dalam akuarium. Ia akan menjadi perhatian bagi seluruh anggota tim. Oleh karena itu, seorang leader harus bisa memberikan dan menjadi teladan kepada mereka.

Jika kamu ingin menerapkan sesuatu hal, maka mulailah dengan diri sendiri terlebih dahulu agar anggota tim yang lain berjalan mengikuti. 

8. Tidak Konsisten

Kosnsistensi Leader terhadap apa yang sudah diputuskan, akan memberi kepastian bagi team dan anak buahnya untuk mencapai sasaran bersama. Ketidak-konsistenan seorang Leader akan membingungkan anak buahnya yang akan berujung pada ketidak-percayaan anak buah dan kegagalan dalam mencapai sasaran. 

Tetapi jika ternyata keputusan Anda sebagai leader ternyata tidak tepat atau merugikan tim, Anda juga harus konsisten dan berbesar hati untuk mengakuinya dan berusaha memperbaikinya.

9. Tidak Mau Berubah Mengikuti Perkembangan 

Seorang Leader hendaknya juga dapat menjadi seorang visioner, sehingga akan mendorong dirinya untuk terus berkembang dan mencari inovasi-inovasi yang baru. Dalam hal ini seorang leader perlu untuk terus belajar. Investasi dalam bentuk buku atau pelatihan, merupakan suatu keharusan bagi para leader, untuk dapat terus mengembangkan wawasannya.

Rasa puas terhadap apa yang telah dicapai saat ini atau terlena atas keberhasilan saat ini, dengan mengandalkan kemampuan saat ini adalah suatu kesalahan yang fatal. Ingat...., para pesaing kita akan terus berbenah dan memperbaiki diri. Jika kita tidak mau berubah, janganlah heran kalau kita akan ditinggalkan costumer kita.

Leader yang tidak mau berubah, tidak saja akan ditinggalkan oleh para costumer, bisa jadi ia juga akan ditinggalkan oleh anak buahnya, karena mereka juga tidak akan bisa berkembang, baik jenjang karir maupun kemampuan mereka. Mereka akan pergi meninggalkan kita untuk mencari tantangan yang baru, untuk mengembangkan dan memaksimalkan potensi mereka.

10. Merasa Tahu Segalanya

Leader yang merasa bahwa ia tahu segalanya, tidak akan bisa menghargai pendapat anak buahnya dan mematikan kreatifitas mereka. Ingat..., bagaimana pun juga setiap manusia punya keterbatasan, pasti ada kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu, penting bagi seorang leader untuk mendapatkan saran atau nasihat dari orang lain. Jangan bersikukuh pada pendapat Anda, karena sekali lagi hal ini akan mematikan kreatifitas anggota tim secara keseluruhan

Matinya kreatifitas akan berimbas juga pada ketidak-pedulian anggota tim, akan apa yang terjadi di perusahaan. Mereka akan menjadi acuh tak acuh, masabodoh terhadap apa yang ada di sekitar perusahaan. Mereka akan berpikir bahwa semua itu sudah dipikirkan oleh pimpinan mereka. Tidak lagi ada rasa memiliki terhadap perusahaan. Mereka seolah-olah menjadi robot dalam tim mereka. Dan ini akan sangat merugikan Anda

11. Marasa benar sendiri

Sikap merasa selalu benar dan tidak mau mengakui kesalahan, justru menjadi suatu kesalahan terbesar sebagai seorang leader. Perlu dipahami dan dimengerti, sepandai-pandainya Anda sebagai leader, suatu saat Anda akan membuat dan melakukan suatu keputusan yang salah. Dan ketahuilah bahwa keputusan yang salah yang telah Anda buat, bisa saja akan menghancurkan tim Anda, reputasi dan kesuksesan tim maupun bisnis Anda.

Akuilah dan mintalah maaf kepada seluruh anggota tim, jika Anda berbuat salah, maka seluruh anggota tim akan sangat menaruh hormat kepada Anda. merke akan respek kepada Anda, dan mereka akan lebih semangat lagi mendukung Anda.

Yakinlah pengakuan salah atas keputusan yang telah diambil, tidak akan menjatuhkan kehormatan Anda sebagai seorang leader, melainkan justru akan menumbuhkan dukungan dan pengakuan anggota tim atas kepemimpinan Anda, asal kesalahan itu benar-benar Anda jadikan pengalaman dan guru yang baik bagi Anda untuk belajar memperbaiki diri. Kesalahan yang Anda lakukan hendaknya bisa menjadi batu loncatan untuk menjadi lebih baik lagi, bagi bagi Anda maupun tim secara keseluruhan.

12. Tidak bisa dan tidak mau mendelegasikan tugas

Seorang leader tidak akan bisa mengerjakan semua hal dan tidak akan mampu menyelesaikan tugas, tanggung-jawab pekerjaannya sendiri. Selain itu tidak mungkin seorang leader akan terus ada di tempat. Sehingga suatu saat harus ada orang yang bisa menggantikan Anda sementara. Jika Anda tidak bisa mendelegasikan tugas pekerjaan Anda, maka tugas-tugas Anda akan terbengkalai, sehingga akan mengganggu roda tim atau organisasi. 

Oleh karena itu Anda harus mendidik orang dan memilih orang yang dapat Anda percaya, untuk menggantikan sementara, ketika Anda sedang tidak bisa melaksanakan tugas Anda. Hal ini sangat penting untuk menjaga roda pekerjaan dapat tetap berjaan dengan baik

13. Tidak Kreatif dan Tidak Inovatif

Dengan perkembangan bisnis yang sangat cepat dan persaingan bisnis yang ketat, sangat dibutuhkan leader yang mampu menghadapi perubahan, kreatif dan inovatif untuk segera mengatasi situasi perubahan tersebut. Jika kita tidak mampu berinovasi atau kreatif mengahadapi persoalan yang ada, maka bisnis Anda akan menjadi stagnan dan bisa tergilas. Anda harus bisa mencari celah-celah dan peluang yang dapat Anda lalui supaya bisnis Anda bisa tetap survive.

14. Tidak mampu mengontrol diri

Nilai seorang leader, salah satunya dapat ditentukan dari kemampuannya dalam mengendalikan diri atau emosinya. Sehebat apapun Anda sebagai leader, jika Anda tidak mampu mengendalikan diri atau emosi, Anda akan jatuh, mungkin oleh kata-kata Anda atau sikap Anda.

Selain itu, ketidak mampuan Anda dalam mengendalikan diri dan emosi, menyebabkan suasana kerja menjadi mencekam dan akan menghambat kreatifitas setiap orang yang ada di sekitar Anda, karena mereka takut salah dan akan bisa emosi Anda. Lebih fatal lagi, jika emosi dan temperamen Anda ini tertuju pada pelanggan Anda, maka pupuslah harapan Anda untuk menjaga kelangsungan hubungan Anda dengan pelanggan Anda dan mungkin juga partner bisnis Anda.

15. Menjaga Jarak dengan Anak Buah

Sebagi sebuah tim, meskipun Anda sebagai leader dan pasti Anda berada pada level yang lebih tinggi, tidak sepatutnya Anda menjaga jarak dengan anak buah Anda. Ingat, keberhasilan Anda sebagai leader, tidak bisa Anda lakukan sendiri, Anda memerlukan dukungan dan kerja sama dengan keseluruhan anggota tim. 

Bergaullah dengan mereka. Jangan pernah kita menjaga jarak dengan mereka. Hal ini akan menghambat informasi yang sebenarnya sangat Anda butuhkan dalam pengembangan bisnis Anda, karena tidak sedikit ide-ide briliyan muncul dan terlontar saat Anda berbincang santai dengan mereka

Demikian beberapa kesalahan leader yang banyak dilakukan oleh para pemimpin saat ini. Mungkin Anda tanpa disadari, pernah melakukan salah satu atau lebih, kesalahan-kesalahan yang telah diuraikan di atas. Segeralah untuk memperbaiki diri dan tumbuh menjadi sosok leader yang baik dan dapat disegani oleh anak buah Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN MESIN CUCI 1 TABUNG DAN 2 TABUNG

  Persembahan Joged Store  Mesin cuci 1 tabung dirancang untuk melakukan semua pencucian dan pengeringan dalam satu tabung. Jenis mesin cuc...